jpnn.com, JAKARTA - Seorang lansia berusia 65 tahun korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, harus tetap menjalani perawatan cuci darah dua kali sepekan di tengah keterbatasan posko pengungsian Musala Al-Hikmah.
?Anak korban, Sofi, 33, di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa ibunya yang mengidap komplikasi gagal ginjal dan jantung tersebut wajib menjalani tindakan hemodialisis (cuci darah) dua kali dalam sepekan.
?"Rumah mama saya habis terbakar. Ibu saya sudah enam bulan cuci darah karena komplikasi gagal ginjal dan jantung. Jadwalnya setiap Rabu dan Sabtu," kata Sofi saat ditemui di posko pengungsian Musala Al-Hikmah, Tambora.
Dia menuturkan, kondisi kesehatan ibunya sempat menurun drastis akibat syok melihat tempat tinggalnya hangus terbakar. Selain itu, ia sempat panik karena sejumlah dokumen penting dan obat-obatan ibunya hangus dilalap api.
?Namun, Dinas Kesehatan telah bergerak cepat memberikan kepastian fasilitas kesehatan darurat agar jadwal cuci darah korban pada Sabtu (30/5) tidak terganggu.
?"Untungnya sudah difasilitasi ambulans dari posko untuk menjemput ibu saya besok guna menjalani cuci darah di Rumah Sakit Sumber Waras," kata Sofi.
?Kendati demikian, dia berharap pemerintah terus memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan di pengungsian, seperti lansia dan anak-anak, mengingat kondisi posko yang kurang ideal untuk pemulihan kesehatan.
Selain layanan medis, kebutuhan mendesak seperti susu balita dan popok sekali pakai saat ini masih sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.





































