Kilas Balik Ramadan: Evaluasi Perjalanan Hilirisasi dan Resiliensi Industri Nasional

4 hours ago 20

 Evaluasi Perjalanan Hilirisasi dan Resiliensi Industri Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

MIND ID Mendukung KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan, sebuah forum yang secara khusus ditujukan untuk mengevaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur resiliensi industri pertambangan nasional ke depan. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ramadan selalu menjadi jeda untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, dan memastikan arah yang ditempuh tetap selaras dengan tujuan yang ditetapkan.

Dalam semangat refleksi tersebut, MIND ID mendukung KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan, sebuah forum yang secara khusus ditujukan untuk mengevaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur resiliensi industri pertambangan nasional ke depan.

Forum ini dibangun untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan sektor pertambangan agar berbicara dalam satu agenda, bekerja di atas dasar data yang sama, dan melangkah pada program prioritas yang disepakati bersama.

Dalam dua tahun terakhir, arsitektur penciptaan nilai tambah di dalam negeri bergerak kian solid. Pemerintah mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 431,4 triliun, meningkat 58,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini menegaskan bahwa strategi pengolahan mineral dan batu bara di dalam negeri bukan lagi wacana, melainkan kerja nyata yang menyumbang porsi signifikan terhadap total investasi nasional dan mengubah struktur industri kita dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah.

Grup MIND ID berada di garis terdepan mendukung akselerasi tersebut. Sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi dan terus dikembangkan antara lain fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium, smelter pengolahan dan pemurnian tembagas beserta Precious Metal Refinery di Gresik, tiga proyek pengolahan dan pemurnian nikel di Sulawesi, serta proyek pengembangan infrastruktur logistik batu bara Tanjung Enim–Keramasan.

Rangkaian inisiatif ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai di dalam negeri dan meningkatkan kapasitas produksi.

Kendati demikian, perjalanan hilirisasi nasional terus dihadapkan pada tantangan. Volatilitas harga komoditas global, pergeseran rantai pasok, perubahan teknologi terutama pada bahan baku baterai, ketegangan geopolitik, hingga perubahan kebijakan dagang di pasar mitra menuntut biaya produksi dan strategi komersial pelaku industri bergerak dinamis.

Ramadan selalu menjadi jeda untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, dan memastikan arah yang ditempuh tetap selaras dengan tujuan yang ditetapkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |