jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kasus penyekapan dan penyiksaan sadis yang dialami YTR (29 tahun) dengan terduga pelaku kekasihnya, Taufik Hidayat alias TH (30 tahun) di Kabupaten Bandung, mendapat sorotan dari Kriminolog Reza Indragiri Amriel.
Reza menilai relasi pasangan yang belum terikat dalam pernikahan pada dasarnya memiliki tingkat kerentanan konflik yang lebih tinggi dibandingkan hubungan yang memiliki ikatan formal dan dukungan sosial yang kuat.
"Pasangan nonmenikah pada dasarnya punya stres lebih berat. Jadi, secara default, relasi mereka sudah problematik. Pemicu pertikaian menjadi lebih banyak. Dalam kondisi demikian, pihak yang secara fisik lebih lemah berpotensi menjadi bulan-bulanan," kata Reza kepada JPNN, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, kondisi korban yang terpisah dari keluarga turut memperbesar risiko menjadi sasaran kekerasan berulang.
Reza menjelaskan, keluarga merupakan faktor protektif yang sangat penting bagi seseorang. Ketika faktor tersebut hilang, korban akan menghadapi berbaga kerentanan secara bersamaan.
"Korban, karena terpisah dari keluarga, tidak lagi memiliki faktor protektif yang fundamental. Pada saat yang sama, muncul kelemahan majemuk, baik fisik, psikis, maupun sosial ekonomi. Kondisi itu membuat korban rentan mengalami viktimisasi berulang," ujarnya.
Lebih lanjut, Reza menilai tindakan kekerasan yang diduga dilakukan pelaku tergolong ekstrem sehingga perlu dilakukan pendalaman psikologis dan kriminologis secara komprehensif.
Dia menyarankan penyidik melakukan profiling terhadap terduga pelaku dengan menelusuri sedikitnya lima dimensi penting.





































