jpnn.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) masih berharap pada Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Gus Yahya menilai Indonesia perlu memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk mendorong terciptanya perdamaian di tengah eskalasi konflik global.
Hal itu disampaikan Gus Yahya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, menanggapi posisi Indonesia di BoP dalam mengawal perdamaian di Palestina.
"Kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu," kata dia saat memenuhi undangan buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto.
Gus Yahya mengatakan berbagai mekanisme yang tersedia harus digunakan secara maksimal untuk mendukung upaya perdamaian.
Dia mengibaratkan upaya tersebut seperti seseorang yang harus menggali lubang tetapi tidak memiliki sekop.
Menurutnya, jika yang tersedia hanya sendok, maka sendok itulah yang harus digunakan.
"Kalau kita butuh menggali lubang dan tidak ada sekop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok, begitu. Kira-kira begitulah," katanya mengumpamakan.










































