Ketum PBNU Masih Berharap pada BoP Setelah AS-Israel Serang Iran

3 hours ago 17

Ketum PBNU Masih Berharap pada BoP Setelah AS-Israel Serang Iran

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

jpnn.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) masih berharap pada Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Gus Yahya menilai Indonesia perlu memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk mendorong terciptanya perdamaian di tengah eskalasi konflik global.

Hal itu disampaikan Gus Yahya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, menanggapi posisi Indonesia di BoP dalam mengawal perdamaian di Palestina.

"Kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu," kata dia saat memenuhi undangan buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto.

Gus Yahya mengatakan berbagai mekanisme yang tersedia harus digunakan secara maksimal untuk mendukung upaya perdamaian.

Dia mengibaratkan upaya tersebut seperti seseorang yang harus menggali lubang tetapi tidak memiliki sekop.

Menurutnya, jika yang tersedia hanya sendok, maka sendok itulah yang harus digunakan.

"Kalau kita butuh menggali lubang dan tidak ada sekop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok, begitu. Kira-kira begitulah," katanya mengumpamakan.

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) masih berharap pada Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |