Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Transformasi Industri Bambu Selaawi

6 hours ago 19

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Transformasi Industri Bambu Selaawi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pelatihan Diversifikasi Produk Bambu di Selaawi, Garut. Foto: source for JPNN

jpnn.com - GARUT - Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi salah satu Kawasan Perdesaan Prioritas dengan komoditas unggulan bambu, yang menjadi pusat perhatian Kementerian Kooordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Kemenko PM melihat Selaawi sebagai kawasan yang sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang mengejawantahkan membangun dari desa dan dari bawah.

Kawasan ini dinilai memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat. Dalam kesempatan ini Kemenko PM menyelenggarakan program “Gebrak Bambu” (Gerakan Bersama Akselerasi Bangun Masyarakat Berdaya dan Unggul), melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Bambu pada 27–29 April 2026 di Aula Kecamatan Selaawi.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari pengrajin bambu dari tujuh desa serta perwakilan BUMDesma.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris menekankan bahwa bambu merupakan komoditas strategis yang memiliki peluang besar di tingkat global.

Nilai pasar bambu dunia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai USD 79,36 miliar dan diproyeksikan terus meningkat hingga USD 115,3 miliar pada tahun 2030.

Namun, produksi olahan bambu di Indonesia hanya berkontribusi sebesar satu persen.

Dengan pangsa pasar yang sangat besar, bambu bukan lagi sekadar bahan bangunan tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari industri hijau global.

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat melihat Selaawi sebagai kawasan yang sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |