jabar.jpnn.com, BOGOR - Kebun Raya kembali memperkuat upayanya dalam memperkenalkan kekayaan tumbuhan Indonesia kepada masyarakat melalui keikutsertaannya dalam Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026.
Pameran tersebut berlangsung pada 17–20 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Dalam gelaran tersebut, Kebun Raya mengusung konsep “From Collection to Connection”.
Konsep ini tidak hanya menampilkan koleksi tanaman, tetapi juga mengajak pengunjung mengenal cerita di balik koleksi, memahami nilai ilmiahnya, serta melihat peran Kebun Raya dalam upaya konservasi dan keberlanjutan tumbuhan Indonesia.
Konsep tersebut diterjemahkan melalui booth interaktif yang terbagi dalam lima area, yakni Mini Ecoregion, Mengenal Kebun Raya, Workshop Edukasi, Merchandise, dan Plant Market.
Managing Director pengelola Kebun Raya, Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan FLOII Expo 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan peran Kebun Raya kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih interaktif.
“Kami ingin mengubah cara masyarakat melihat sebuah koleksi tanaman. Di Kebun Raya, setiap tanaman memiliki cerita, nilai ilmiah, dan peran dalam ekosistem,” ujar Marga.
Menurut dia, melalui FLOII Expo 2026, Kebun Raya ingin membawa cerita mengenai koleksi tanaman lebih dekat kepada masyarakat sehingga tumbuhan tidak hanya dipandang sebagai objek, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari upaya konservasi dan keberlanjutan.














































