jateng.jpnn.com, SEMARANG - NI, korban dugaan pelecehan seksual verbal oleh seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengaku merasa ketakutan setelah menerima pesan WhatsApp bernuansa seksual dari terduga pelaku.
Korban mengatakan pesan tersebut diterimanya pada dini hari saat pelaku menghubunginya dengan alasan menanyakan layanan jasa titip (jastip).
"Awalnya sekitar pukul 01.00 WIB dia menghubungi saya dan menanyakan apakah bisa menerima jastip atau tidak karena sebelumnya saya memang driver jastip. Namun, setelah itu dia malah bertanya apakah saya hiper dan apakah saya sudah pernah berhubungan badan," ujar NI saat membacakan isi pesan yang diterimanya, Kamis (18/6).
Merasa tidak nyaman dan khawatir, NI kemudian membagikan tangkapan layar percakapan tersebut ke WhatsApp grup antarjemput (anjem). Tujuannya agar anggota grup lain lebih waspada apabila menerima pesan serupa dari orang yang sama.
"Saya takut, membagikan tangkapan layar itu ke grup driver perempuan. Ternyata korbannya banyak. Mereka juga mengirimkan tangkapan layar percakapan yang hampir sama. Teman-teman perempuan jadi takut," ujarnya.
Setelah diketahui ada sejumlah perempuan yang mengaku mengalami hal serupa, dia bersama teman-temannya menghubungi terduga pelaku untuk memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.
"Saya dan teman-teman driver laki-laki meminta pelaku untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf karena korbannya ternyata cukup banyak. Saya tidak menyangka akan seramai ini. Awalnya hanya diminta membuat video klarifikasi," katanya.
NI berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan proses yang berjalan dapat memberikan efek jera bagi pelaku maupun pihak lain yang berniat melakukan tindakan serupa.




































