Kaki dan Tangan Balita di Yogya Terikat, Pemerintah Didesak Awasi Penitipan Anak

3 hours ago 20

Kaki dan Tangan Balita di Yogya Terikat, Pemerintah Didesak Awasi Penitipan Anak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kaki dan Tangan Balita di Yogya Terikat, Pemerintah Didesak Awasi Penitipan Anak

Setiap putrinya yang berusia tiga tahun menangis histeris saat dibawa ke pusat penitipan anak di Yogyakarta, Aldewa Anjasmara Halip mengira anaknya hanya ingin bermain di rumah.

Belakangan polisi mengatakan kalau putrinya adalah salah satu dari puluhan anak berusia 2 hingga 6 tahun yang mengalami penganiayaan fisik di pusat penitipan anak, Little Aresha.

Akhir April lalu, polisi menangkap 13 pengasuh anak karena dicurigai melakukan penganiayaan dan penelantaran anak.

Laporan ini juga memicu protes publik dan seruan agar pemerintah lebih ketat mengawasi industri penitipan anak yang kini menjamur di Indonesia.

Polisi mengatakan pusat tersebut beroperasi tanpa izin.

"Saya pikir tangisannya hanya hal biasa, karena dia enggak malas pergi… tetapi ternyata dia mengalami trauma di sana," kata Aldewa.

Saat melakukan penggerebekan di pusat penitipan itu April lalu, polisi menemukan sebagian besar dari 100 lebih anak dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat. 

Hal tersebut diungkapkan kepala perlindungan anak di unit investigasi kriminal kepolisian Yogyakarta, Apri Sawitri, saat diwawancarai kantor berita Reuters. 

Setelah penangkapan tersebut, pemerintah menjanjikan pengawasan dan regulasi yang lebih ketat serta koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |