jateng.jpnn.com, SEMARANG - Perawatan rel Kereta Api Indonesia intensif dilakukan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang petugas telah menyusuri jalur si ular besi tersebut untuk menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyampaikan jenis perawatan yang dilakukan secara intensif meliputi ?perawatan geometri jalur, terdiri dari pengukuran dan penyesuaian lebar rel, perbaikan elevasi dan kelurusan rel dan stabilisasi jalur menggunakan alat berat perawatan jalan rel.
"Penggantian komponen jalur, yaitu penggantian bantalan rel beton atau kayu yang mengalami retak atau rusak, penggantian rel aus dan penambahan dan penataan balas untuk menjaga kekuatan struktur jalur," ujarnya.
Kemudian pemeriksaan jembatan dan drainase, terdiri dari pemeriksaan detail konstruksi jembatan kereta api, pembersihan saluran air di kanan dan kiri jalur serta normalisasi drainase di daerah rawan banjir dan genangan.
Patroli dan penjagaan daerah pantauan khusus, terdiri dari peningkatan frekuensi patroli di daerah rawan amblesan, banjir, dan longsor.
"Penempatan petugas siaga prasarana selama 24 jam di daerah pantauan khusus serta mengoperasikan Petugas pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra selama masa angkutan Lebaran," ujarnya.
Termasuk pensempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari balas, besi, kayu, bantalan beton dan material lain diatas gerbong datar. AMUS ditempatkan di 5 lokasi wilayah Daop 4 Semarang, yaitu Stasiun Pekalongan, Stasiun Brumbung, Stasiun Gundih, Stasiun Cepu dan Stasiun Gambringan.
Dengan intensifikasi perawatan ini, Daop 4 Semarang menargetkan tidak adanya gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026.









































