jpnn.com, JOGJA - Sejumlah pelayat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing di Rumah Duka Arimatea RS Bethesda, Kota Yogyakarta, pada Jumat (27/2).
Pencipta lagu Darah Juang yang ikonik dengan gerakan demonstrasi itu berpulang di usia 59 tahun pada Rabu (25/2).
John Tobing berpulang setelah sempat dirawat intensif di RSA Universitas Gadjah Mada (UGM). Para pelayat yang didominasi teman kuliahnya mengenang sosok kelahiran Binjai, Sumatera Utara, itu sebagai panutan di dunia aktivisme.
Untoro Hariadi, teman semasa kuliah John Tobing di UGM, menceritakan bahwa mereka harus keliling ke berbagai kampus di Jogja untuk menyampaikan gagasan perubahan kala itu.
"Sekarang ada handphone dan WhatsApp. Dahulu enggak ada. Harus memutar antar-kampus," kata pria asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tersebut.
Hambatannya bukan itu saja. Untoro menyebut sepeda motor Jhon Tobing yang dipakai untuk menyambangi berbagai kampus juga terkadang mogok.
"Ketika kami rapat atau menyebar undangan, sepeda motornya rusak, sampai enggak bisa distarter. Kemudian, kehabisan bensin itu cerita biasa," ujarnya.
Untoro juga mengenang saat dia bersama Jhon berangkat untuk persiapan demonstrasi menggunakan sebuah mobil ke Jawa Tengah.












































