jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta harus segera mengalihkan fokus mereka untuk laga tandang krusial melawan PSBS Biak yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo pada Jumat malam (27/2). Pertandingan ini menjadi tantangan fisik yang nyata mengingat waktu pemulihan yang sangat minim bagi skuat asuhan Jean-Paul Van Gastel.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel secara terbuka menyoroti ketatnya jadwal di BRI Super League musim ini. Hanya berselang empat hari setelah laga sengit melawan Bali United pada Senin (23/2) lalu, PSIM sudah harus kembali merumput.
"Persiapannya singkat karena kami istirahat selama satu hari untuk pemulihan. Setelah pertandingan ini akan ada pertandingan lain yang sangat dekat setelahnya. Jadi, ini akan menjadi minggu yang berat bagi kami," ujar Van Gastel.
Selain faktor kelelahan, Van Gastel juga mewaspadai motivasi tinggi tuan rumah. PSBS Biak saat ini sedang berupaya keras untuk menjauh dari zona merah.
Kehadiran pelatih baru di kubu lawan juga disebut sebagai energi tambahan yang bisa mengejutkan barisan pertahanan Laskar Mataram.
Sebelum bertolak menghadapi PSBS, PSIM Yogyakarta membawa modal mental yang cukup kuat setelah berhasil menahan imbang raksasa Bali United dengan skor 3-3.
Dalam laga yang berlangsung dramatis tersebut, PSIM sempat tertinggal sebelum akhirnya bangkit pada menit-menit akhir lewat gol Savio Sheva, gol bunuh diri lawan, dan sundulan krusial Franco Ramos Mingo di masa injury time.
Persaingan di papan klasemen saat ini menempatkan kedua tim dalam situasi yang kontras. PSIM Yogyakarta masih tertahan di posisi ke-8 dengan koleksi 33 poin. Laskar Mataram membutuhkan kemenangan untuk menembus jajaran lima besar klasemen sementara.















.jpeg)

























