jabar.jpnn.com, BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) kembali mencatat keberhasilan dalam program konservasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dengan menetaskan satu anakan dari pasangan Hanum dan Riska pada 16 Juni 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, anakan dari pasangan tersebut dapat diasuh sepenuhnya oleh induknya secara alami atau parent-reared, tanpa perawatan langsung dari pengelola satwa melalui metode hand-raise.
Penetasan ini merupakan keberhasilan reproduksi kesembilan pasangan Hanum dan Riska.
Dari delapan keberhasilan reproduksi sebelumnya, pengelola memberikan bantuan perawatan kepada anakan melalui metode hand-raise untuk mendukung keselamatan dan kelangsungan hidupnya.
Pada keberhasilan reproduksi yang kesembilan, kondisi indukan memungkinkan proses pengasuhan berlangsung sepenuhnya secara alami. Keeper tetap melakukan pemantauan secara intensif, tetapi dengan menerapkan prinsip intervensi seminimal mungkin.
Kurator Satwa Senior Taman Safari Indonesia–Bogor, Imam Purwadi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam program konservasi Elang Jawa.
“Keberhasilan reproduksi Elang Jawa yang kesembilan dari pasangan Hanum dan Riska menjadi sebuah pencapaian penting bagi program konservasi kami. Hal yang paling istimewa adalah pada keberhasilan kali ini anakan dapat dirawat secara penuh oleh induknya,” ujar Imam.
Menurut dia, keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari kemampuan satwa menghasilkan keturunan, tetapi juga dari kesempatan bagi satwa untuk menjalankan perilaku alaminya, termasuk proses pengasuhan terhadap anakan.









































