jatim.jpnn.com, SURABAYA - Polda Jawa Timur menyiapkan strategi deteksi dini untuk mencegah aksi premanisme dan gangguan keamanan di kawasan industri yang berpotensi menghambat investasi.
Strategi tersebut diwujudkan melalui program Posko Siaga Industri yang diinisiasi AKBP Edi Hartono, Kasubdit II Ditintelkam Polda Jawa Timur, sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Kementerian Hukum Angkatan XIV Tahun 2026.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi premanisme dan aktivitas organisasi kemasyarakatan yang berpotensi mengganggu iklim investasi.
"Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi premanisme dan aktivitas organisasi kemasyarakatan yang berpotensi mengganggu iklim investasi di kawasan industri Jawa Timur," kata Edi, Selasa (1/9).
Edi mengatakan program tersebut penting mengingat Jawa Timur menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional dengan ratusan kawasan industri dan ribuan perusahaan manufaktur.
Pada Semester I 2026, realisasi investasi di Jawa Timur mencapai sekitar Rp72,7 triliun. Jawa Timur juga masuk tiga besar daerah tujuan investasi nasional dengan lebih dari 87 ribu proyek yang menyerap sekitar 135 ribu tenaga kerja.
Namun, tingginya aktivitas investasi juga diikuti sejumlah potensi gangguan keamanan.
Antara lain, berupa praktik premanisme yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan, pungutan liar, intimidasi terhadap pelaku usaha, penguasaan lahan parkir dan jasa pengamanan secara ilegal, pemalangan akses perusahaan, hingga konflik ketenagakerjaan yang berkembang menjadi gangguan keamanan.





































