jpnn.com - JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) membuka fakta mengejutkan soal keberadaan tenaga pendidik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah negeri.
Ternyata hingga pertengahan 2026, Indonesia mengalami kekurangan 464 ribu guru PNS di sekolah negeri. Ada 250 ribu lebih kelas tanpa guru.
Disebutkan juga terdapat 1,1 juta guru PPPK dan PPPK paruh waktu. Mereka berpeluang untuk mengisi kekurangan guru PNS di sekolah negeri.
Menurut Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, kekurangan guru adalah akumulasi akibat sudah tujuh tahun pemerintah tidak kunjung membuka rekrutmen guru PNS.
“Ironinya tujuh tahun tak ada rekrutmen guru PNS, sedangkan tenaga administrasi, staf, dan lainnya selalu dibuka seleksi PNS. Padahal, Indonesia tengah kekurangan guru, lho,” kata Satriwan kepada JPNN, Selasa (1/9/2026).
Dia melanjutkan, kosongnya kelas karena tidak ada guru yang mengajar tidak bisa dianggap remeh.
Sebab, sangat berdampak negatif terhadap proses pembelajaran, motivasi belajar anak, anak tidak mendapatkan materi pembelajaran, akhirnya berujung pada buruknya mutu atau kualitas pendidikan nasional.
Kekurangan guru yang tengah dialami sekolah negeri tak hanya fenomena di daerah, tetapi juga di kota-kota besar termasuk Jakarta.








































