jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Gelaran Indoensia Hijabfest 2026 kembali digelar di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung, pada 5 - 8 Maret 2026.
Ajang modest fashion terbesar tersebut tak sekadar menjadi pameran busana muslim, tetapi juga dinilai mampu memperkuat ekosistem halal di Jawa Barat.
Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat menjadi salah satu pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta dekat dengan masyarakat.
Seiring perkembangannya, Hijabfest kini tidak hanya menghadirkan produk fesyen muslim, tetapi juga melibatkan pelaku usaha kuliner lokal. Beberapa tenant makanan favorit dari kawasan Pasar Cihapit turut meramaikan acara yang setiap tahunnya menarik ribuan pengunjung itu.
Founder Hijabfest, Sheena Krisnawati, mengatakan kegiatan ini berawal dari momentum meningkatnya tren hijab di Indonesia pada 2012.
"Saat itu antusiasme masyarakat sangat besar dan menjadi momentum awal berkembangnya industri modest fashion seperti saat ini," kata Sheena dalam konferensi pers Hijabfest di SABUGA, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, sejak pertama kali digelar, Hijabfest memang difokuskan sebagai ruang bagi pelaku industri fesyen muslim untuk berkembang sekaligus memperluas pasar.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menilai kegiatan seperti Hijabfest tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga ruang penguatan ekonomi kerakyatan berbasis halal.







































