Hasil Riset BRIN Beri Perspektif Baru Tentang Produk Tembakau Alternatif

8 hours ago 23

Hasil Riset BRIN Beri Perspektif Baru Tentang Produk Tembakau Alternatif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Produk Tembakau dan Rokok Elektronik. Foto/ilustrasi: Dok. JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, menyatakan pentingnya riset sebagai fondasi dalam memahami karakteristik dan profil risiko produk tembakau alternatif. 

"Riset diperlukan sebagai basis data kepatuhan (compliance) dalam pembuatan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk tembakau, guna menjembatani "mazhab" ekonomi dan kesehatan," kata Bambang, dikutip Jumat (6/3).

Menurutnya, penelitian BRIN menemukan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil toksikan yang lebih rendah dibandingkan rokok karena tidak melibatkan proses pembakaran yang menghasilkan TAR.

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian BRIN berjudul “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants” yang menunjukkan bahwa rokok elektronik memiliki kadar toksikan yang lebih rendah dibandingkan rokok berdasarkan pengujian sembilan toksikan utama yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

Penelitian ini menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami profil toksisitas produk tembakau alternatif di Indonesia. 

Selain itu, penelitian BRIN pada produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product) juga menunjukkan potensi penurunan paparan zat berbahaya. 

"Studi pada produk tembakau yang dipanaskan menunjukkan secara konsisten penurunan zat toksikan berisiko terhadap kesehatan hingga 80-90 persen dibandingkan rokok," jelas Bambang.

Hasil penelitian BRIN tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas yang mendorong pendekatan pengurangan risiko.

Peneliti BRIN Prof Bambang Prasetya menyatakan pentingnya riset sebagai fondasi dalam memahami karakteristik dan profil risiko produk tembakau alternatif.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |