jpnn.com, JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal mengatakan kekhawatiran industri terutama bagi sektor-sektor yang intensif menggunakan energi termasuk gas memang perlu mendapatkan perhatian.
Sebab kenaikan harga energi industri tidak terhindarkan sebagai dampak geopolitik global.
Meski begitu, Said mengungkapkan harga energi bukan satu-satunya yang menciptakan tantangan biaya bagi produksi.
”Faktor lainnya adalah melemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya pembelian barang menurun, produksi ikut turun, dan penurunan produksi mengakibatkan efisiensi yang ujung-ujungnya PHK,” ungkapnya.
Selain itu, Said menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi penyebab naiknya ongkos produksi, terutama bagi perusahaan yang bahan bakunya berasal dari impor.
”Mereka membeli bahan baku menggunakan dolar, sementara hasil produksinya dijual dalam rupiah. Ini sangat merugikan perusahaan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya tengah mencari solusi dengan para pemangku kepentingan lain.
Khususnya pada perusahaan-perusahaan produsen granit, keramik, dan tekstil, yang belakangan ini merasa butuh bantuan kebijakan khusus dari pemerintah.
Sedangkan terkait isu yang menyebut sebanyak 55 ribu tenaga kerja akan terkena PHK, Said menegaskan, angka tersebut tidak benar.









































