jpnn.com, JAKARTA - Kepemimpinan daerah memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi sebagai penggerak lahirnya sumber daya manusia unggul dan generasi pemimpin masa depan.
Nasib Indonesia sebagai negara maju dan demokratis ditentukan dari daerah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P. dalam Kuliah Umum dan Peluncuran Buku di Institut SEBI, Senin, 31 Agustus 2026, melalui paparan bertajuk “Memimpin Manusia, Menyiapkan Peradaban: Kepemimpinan Nasional sebagai Kunci Pembinaan SDM Unggul Bangsa.”
Menurut Mahyeldi, pembangunan Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur, investasi, maupun kemajuan teknologi. Faktor penentunya tetap manusia yang mampu memberi arah terhadap seluruh instrumen pembangunan tersebut.
“Masa depan bangsa tidak dimenangkan oleh teknologi semata, tetapi oleh manusia yang mampu memberinya arah,” ujar Mahyeldi.
Karena itu, tantangan kepemimpinan saat ini bukan hanya bagaimana menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
Namun, bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut disertai peningkatan kualitas manusia, perluasan kesempatan, pemerataan manfaat pembangunan, serta kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan.
Daerah Harus Menjadi Pusat Pembinaan SDM








































