jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah mendapat informasi ada pedagang nakal yang menjual kurma mengandung sirop glukosa dan pengawet.
Neng Eem geram karena pedagang nakal itu tidak dicantumkan secara transparan pada label kurma yang dijual ke masyarakat.
Karena itu, dia mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera menindak produk kurma yang mengandung sirop glukosa tersebut.
“Pemerintah harus segera bertindak melakukan razia di lapangan. Jangan biarkan pedagang nakal menyiram kurma dengan sirop glukosa tanpa memberikan keterangan jujur kepada publik," kata Neng Eem dikutip Sabtu (28/2).
Menurut dia, beredarnya kurma tanpa keterangan yang jujur itu telah mengambil hak konsumen untuk mendapatkan informasi produk yang akurat.
Neng Eem mengaku razia BPOM itu perlu dilakukan untuk memastikan produsen dan pedagang tidak sembarangan menjual produk yang bisa menyesatkan konsumen.
“Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, kurma telah lama dipersepsikan sebagai buah kesehatan dengan serat tinggi dan pemanis alam,” tegas dia.
Menurutnya, bagi umat Islam di Indonesia konsumsi kurma bukan sekadar urusan nutrisi, melainkan juga bagian dari keyakinan yang didasarkan pada Hadis Nabi, terutama saat bulan Ramadan.

















.jpeg)


























