jpnn.com, MALANG - Di tengah ketatnya persaingan global, banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki produk berkualitas, tetapi terkendala akses informasi pasar, jejaring internasional, hingga pemahaman prosedur ekspor yang kerap dianggap rumit.
Tanpa pendampingan yang konkret dan kolaborasi yang berjalan beriringan, potensi ekspor tersebut sulit berkembang optimal.
Karena itu, Bea Cukai bergandengan tangan (hand in hand) dengan pemerintah daerah (pemda) mengupayakan agar UMKM matang secara administratif dan strategi pasar.
Pendekatan ini diwujudkan melalui penguatan koordinasi kebijakan di daerah serta pembekalan langsung mengenai peluang pasar global.
Di Makassar, Bea Cukai Makassar menghadiri Forum Perangkat Daerah yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar di Hotel Almadera Makassar pada Selasa (3/2).
Forum ini digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027 dengan tema 'Penguatan, Sinergitas, dan Regulasi dalam Optimalisasi Penataan Sektor Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar'.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program dan kebijakan antarperangkat daerah serta pemangku kepentingan, khususnya dalam mendorong pengembangan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Melalui kolaborasi kebijakan, fasilitasi perdagangan, dan dukungan regulasi yang kondusif, diharapkan UMKM Kota Makassar semakin berdaya saing dan mampu memperluas akses pasar.












































