jpnn.com - GAC Group tak sekadar berbicara masa depan mobil listrik—mereka mulai membangunnya dari jantung teknologi: baterai.
Pabrikan asal Tiongkok itu tengah mengembangkan all-solid-state battery (ASSB), teknologi baterai generasi baru yang digadang-gadang mampu mengubah standar kendaraan listrik global, termasuk di Indonesia.
Berbeda dari baterai lithium-ion konvensional yang masih mengandalkan elektrolit cair, ASSB menggunakan material padat yang diklaim jauh lebih stabil dan aman.
Pergeseran itu menjadi lompatan besar dalam dunia EV, karena tak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga menghadirkan kepadatan energi tinggi serta efisiensi lebih baik.
Keseriusan GAC terlihat dari langkah strategisnya membangun lini produksi ASSB berkapasitas besar pertama di Panyu, Guangzhou.
Fasilitas itu dirancang sebagai fondasi produksi massal baterai solid-state untuk model-model listrik GAC pada masa depan.
Saat ini, pengembangan teknologi tersebut telah memasuki tahap uji coba sel baterai berkapasitas 60 Ah ke atas.
Hasil awalnya menjanjikan: ASSB berpotensi langsung meningkatkan performa kendaraan listrik.














































