jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penilaian Fitch Ratings terhadap outlook utang Indonesia atau Sovereign Credit Indonesia.
Purbaya mempertanyakan alasan Indonesia menjadi sasaran penilaian negatif, padahal rasio utang, defisit anggaran, hingga pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam posisi aman.
Bahkan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11 persen pada tahun lalu, yang menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20.
"Jadi kalau saya hitung, sepertinya memang mereka ini sudah dengan konsep di kepala bahwa memang ada kelemahan struktural di anggaran kita."
"Enggak tahu lihat yang dari mana, karena kalau dilihat dari rasio utang ke PDB, Indonesia aman. Dilihat dari defisit ke KPDB, kita aman. Pertumbuhannya juga aman," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).
Menkeu menduga keraguan lembaga internasional tersebut muncul, karena saat ini Indonesia masih berada pada masa transisi pemerintahan baru.
Selain itu, statusnya sebagai Menteri Keuangan baru kemungkinan membuat para pemeringkat merasa sanksi terhadap kemampuan pengelolaan anggaran negara.
"Mungkin masih pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru. Jadi, mereka sanksi, jangan-jangan Menteri Keuangan enggak bisa hitung," imbuh Purbaya.










































