jpnn.com, KOREA SELATAN - Tujuh tahun setelah album solo terakhirnya, Kim Ximya akhirnya kembali dengan album terbaru yang berjudul Dogma.
Album berisi sepuluh lagu tersebut mencerminkan pendekatannya terhadap seni, musik, dan kebebasan kreatif.
Kim Ximya mengerjakan Dogma melalui proses kolaboratif dengan kolektif asal Seoul, Sound Supply, yang menghasilkan sepuluh lagu penanda babak baru bagi salah satu suara paling khas dalam industri musik Korea.
Meleburkan hip-hop eksperimental, musik elektronik, dan pengaruh khas dari klub underground, Dogma menjadi penekanan pendekatan Kim Ximya terhadap musik yang tidak dibatasi oleh genre atau ekspektasi komersil sambil mempertahankan identitas artistik yang unik.
Bekerja sama dengan erat bersama anggota inti dari Sound Supply, termasuk Mount XLR, cbj95, dan ccr, Kim Ximya mengembangkan karya yang kohesif dan mencerminkan evolusi sebagai penulis lagu dan produser.
Materi Dogma semakin disempurnakan oleh mastering dari Mike Bozzi yang telah mendapatkan 19 nominasi Grammy, dan memenangkan Record of The Year pada 2019.
Dunia visual yang membersamai album Dogma melanjutkan pendekatan multidisipliner. Video klip disutradarai oleh pembuat film, fotografer, dan seniman visual ternama, Park Chan-kyong.
Adik dan kolaborator lama dari sutradara pemenang Cannes, Park Chan-wook (Decision to Leave), Park Chan-kyong telah mengembangkan namanya dengan karya khasnya dalam sinema, fotografi, dan seni kontemporer.








































