Demokrasi, Etika Kekuasaan, dan Ketahanan Nasional

2 days ago 43

Oleh: Ibnu Prakoso

Demokrasi, Etika Kekuasaan, dan Ketahanan Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Bidang Pengkaderan DPP IKAL Lemhannas Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Peristiwa kerusuhan yang terjadi di sekitar Senayan, Slipi, dan Pejompongan pada 27 Agustus 2026 meninggalkan pertanyaan yang jauh lebih besar daripada sekadar siapa yang menang atau kalah dalam sebuah demonstrasi.

Seorang warga biasa, Bambang Setiawan, 59 tahun, meninggal dunia. Ia bukan demonstran.

Ia bukan bagian dari kelompok yang sedang berhadapan. Ia hanya keluar dari rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

Satu nyawa rakyat kembali menjadi korban ketika perbedaan aspirasi berubah menjadi kekerasan.

Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya:

Mengapa setiap kali terjadi ketegangan politik, rakyat kecil justru sering menjadi korban?

Demonstrasi adalah hak konstitusional. Kritik terhadap pemerintah adalah bagian dari demokrasi.

Dukungan terhadap pemerintah juga merupakan hak warga negara.

Peristiwa kerusuhan yang terjadi di sekitar Senayan, Slipi, dan Pejompongan pada 27 Agustus 2026 meninggalkan pertanyaan yang jauh lebih besar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |