jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Konstitusi Defiyan Cori melontarkan kritik pedas terhadap gaya komunikasi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Defiyan menilai Mentan Amran terlalu sibuk melakukan amplifikasi atau pamer soal klaim keberhasilan swasembada beras, tetapi minim pembuktian data yang masuk akal.
Salah satu yang disorot tajam adalah aksi Mentan yang memboyong aktivis mahasiswa dari GMNI dan HMI untuk melihat gudang beras. Langkah ini dianggap sebagai upaya mencari legitimasi instan.
“Ini, kan, kesannya seolah-olah kalau aktivis sudah lihat gudang penuh karung beras, maka swasembada itu sebuah keniscayaan. Benarkah faktanya sesederhana itu?” kata Defiyan Cori, Selasa (28/4).
Defiyan tak memungkiri adanya stok 5 juta ton beras di gudang. Namun, ia mempertanyakan asal-usul beras tersebut.
Jika merujuk pada Luas Lahan Baku Sawah (LBS) yang menyusut, angka produksi nasional seharusnya hanya mentok di kisaran 17,3–18,45 juta ton.
Sementara itu, data BPS 2025 menunjukkan konsumsi beras rakyat Indonesia sangat tinggi, mencapai 90,6 hingga 113 kg per kapita per tahun.
"Secara logis tidak nyambung dengan hasil perhitungan produksi merujuk luas lahan baku sawah kita," tegasnya.









































