jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 46 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur masih terendam banjir setelah wilayah tersebut diguyur hujan dan meluapnya sejumlah sungai (kali).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan bahwa hingga pukul 10.00 WIB sejumlah rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air 30-80 sentimeter (cm).
"Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, dan meluapnya Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, hingga pukul 10.00 WIB jumlah RT yang masih terendam banjir yaitu mencapai 46 dengan ketinggian air 30-80 sentimeter (cm).
Isnawa menjelaskan bahwa banjir sendiri disebabkan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/3). Sehingga, terjadinya kenaikan tinggi muka air pada Pos Pesanggrahan Siaga 3 pukul 18.00 WIB.
Kemudian, di Pos Cipinang Hulu Siaga 3 pukul 18.00 WIB, Pos Sunter Hulu Siaga 2 pukul 18.00 WIB, dan Pos Krukut Hulu Siaga 3 pukul 19.00 WIB dan menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ujarnya.(antara/jpnn)










































