kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) melakukan langkah antisipasi guna mencegah terulang kembalinya insiden tabrakan kapal pada Jembatan Mahakam dengan memasang fasilitas keamanan baru.
Fasilitas tersebut, berupa alat sensor pemantau perairan di sekitar Jembatan Mahakam, Samarinda.
"Sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak," kata Direktur Operasi dan Teknik SPJM Edward DN Napitupulu, Kamis (5/3).
Upaya dalam peningkatan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Sungai Mahakam tersebut sebelumnya telah diwujudkan melalui pemasangan Port Entry Light (PEL) yang mulai dikerjakan pada September 2024.
Fasilitas navigasi tersebut merupakan sebuah sistem lampu suar berintensitas tinggi yang difungsikan secara khusus untuk memandu kapal-kapal besar saat akan memasuki kolong jembatan.
"Cahaya pemandu ini bekerja secara efektif dengan menandai jalur pelayaran yang aman serta menyoroti potensi bahaya kelautan bagi kapal yang melintas pada malam hari atau ketika jarak pandang pelaut sedang terbatas," jelas Edward.
Lebih lanjut Edward menyampaikan, penggunaan lampu suar ini sudah menjadi standar keamanan operasional krusial yang banyak diaplikasikan di berbagai pelabuhan internasional berskala sibuk maupun pada alur pelayaran yang relatif sempit.
Menurut Edward, karakteristik pemanduan kapal di perairan kolong jembatan Sungai Mahakam dinilai cukup menantang, sehingga kehadiran cahaya penunjuk arah ini diharapkan mempermudah pelaut mengidentifikasi posisi kapalnya agar tetap berada pada jalur yang benar.





































