jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam upaya diplomasi ekonomi ke Amerika Serikat (AS).
Dukungan itu diberikan khususnya terkait lobi tarif resiprokal yang sedang diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya.
Direktur Eksekutif Aprisindo, Yoseph Billie Dosiwoda berharap pemerintah dapat menekan tarif bea masuk ke pasar AS menjadi lebih rendah, dengan target yang diharapkan pelaku industri, yakni pencapaian tarif hingga 0 persen.
Jika angka tersebut sulit dicapai, Aprisindo meminta agar tarif setidaknya ditetapkan jauh di bawah angka yang berlaku saat ini, yakni 19 persen.
"Atau harus di bawah jauh angka saat ini 19 persen untuk sektor padat karya industri alas kaki dibandingkan negara pesaing lainnya, terutama Vietnam, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, India, dan Cina," kata Yoseph dikutip Senin (5/12).
Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dikabarkan hampir merampungkan perjanjian tarif resiprokal antara Indonesia dan AS.
Namun, informasi yang beredar menyebutkan tarif nol persen baru akan diberlakukan pada komoditas sumber daya alam berbasis tropis.
Sementara itu, pada sektor manufaktur industri padat karya alas kaki, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.













































