bali.jpnn.com, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengidentifikasi potensi cuaca ekstrem di Bali pada periode 2 - 8 Maret 2026.
Potensi tersebut terungkap berdasar analisis dinamika atmosfer, di mana terbentuk pola pertemuan massa udara atau konvergensi di sekitar wilayah Bali.
Kondisi tersebut didukung dengan aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase IV atau Maritime Continent yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.
Fakta lainnya, bibit siklon 90S yang saat ini berada di perairan selatan Samudra Hindia, barat daya Provinsi Banten, menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju perairan selatan Bali.
Pergerakan bibit siklon itu berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin.
“Kami mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho dilansir dari Antara.
Kondisi itu, kata dia, juga ditambah oleh Gelombang Equatorial Rossby dan Kelvin yang diprediksi akan melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari mendatang.
Dampaknya diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang-sangat lebat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.









































