jpnn.com, JAKARTA - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) telah menjangkau 634.712 penerima manfaat.
Jumlah penerima manfaat di kawasan 3T tersebut terdiri atas 54.875 ibu hamil, 129.012 ibu menyusui, serta 450.825 balita non-PAUD yang tersebar di 8 provinsi sasaran.
Berdasarkan data Pusdatin BGN per 18 Agustus 2026, penyaluran gizi di wilayah 3T didukung oleh operasional 1.745 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 84 kabupaten/kota.
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati menyebut dari target 99 kabupaten/kota 3T, masih terdapat sekitar 15 daerah yang belum melayani penyaluran MBG 3B.
"Jadi, kalau melihat kabupaten yang sudah melayani ada 84, sekitar 15 kabupaten/kota yang belum melayani MBG 3B," kata Wahyuniati di kantornya, Jakarta Timur, Senin (31/8).
Wahyuniati menyadari pelaksanaan program prioritas di daerah terpencil ini dihadapkan pada tantangan berat, terutama kondisi geografis yang sulit serta tingginya biaya distribusi.
Hambatan akses geografis tersebut memicu risiko keterlambatan pengiriman makanan, sehingga pemanfaatan Posyandu sebagai titik kumpul penampungan menjadi sangat krusial.
Selain akses lokasi, masalah besaran insentif kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mengantarkan makanan ke rumah warga menjadi perhatian utama kementerian.








































