Bertahan Menyerang

5 hours ago 17

Oleh Dahlan Iskan

Bertahan Menyerang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan melakukannya asal dunia bisa damai.

Kadang seseorang justru tambah emosi kalau dikritik dan dicaci maki. Apalagi dibodoh-bodohkan. Anda pun begitu. Setidaknya pasangan Anda.

Misalnya kita harus puji Trump dengan mengatakan tujuan Amerika Serikat menyerang disway.id/listtag/2054/iran">Iran sudah berhasil.

Kita puji saja Amerika menang –tanpa perlu menyebut Iran kalah. Itu sesuai dengan yang diinginkan Trump: "Amerika sudah mencapai kemenangan". Buktinya, katanya, Iran sudah tidak akan membuat senjata nuklir lagi. Angkatan laut Iran sudah punah. Semua senjata Iran sudah habis. Sudah tidak punya kemampuan menyerang. Udara Iran sudah sepenuhnya dikuasai Amerika. Pesawat tempur Amerika bisa terbang aman sesuka Amerika di wilayah udara Iran. Sistem komando militer Iran sudah lumpuh.

Ketika sebagian orang Amerika mengatakan bahwa serangan itu harus dibayar mahal berupa memburuknya ekonomi Amerika, Trump punya logika sendiri: "Kalau Iran menjatuhkan dua bom nuklir saja di Amerika, ekonomi lebih buruk dari ini". Walhasil Trump sudah sukses membuat ekonomi Amerika hanya berstatus buruk –bukan lebih buruk.

Ya sudahlah. Kita sudah tahu Trump seperti itu. Melihat orang seperti Trump kadang saya memuji kredo arek Suroboyo: sing waras ngalah. Yang masih punya pikiran sehat lebih baik mengalah. Demi kebaikan bersama. Anda pun, para suami, harus ingat kredo itu.

Orang dengan kejiwaan seperti itu juga tidak boleh diejek. Ia sangat peka. Sensitif. Jangankan diejek, ''disemoni'' pun ia sudah merasa seperti ditinju jidatnya. Maafkan saya tidak bisa menemukan terjemahan ''disemoni''. Seperti saya juga gagal menemukan terjemahan kata "mencep" yang menjadi ciri khas Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sayangnya, Iran suka mengejek Trump. Misalnya ketika Amerika menginginkan Iran segera membuka kembali Selat Hormuz. Agar kapal pengangkut minyak dan gas bisa lewat. Iran ternyata sebenarnya mau saja mengikuti keinginan Trump. Masalahnya, kata Iran: semua ranjau laut di Selat Hormuz harus dibersihkan dulu. Iran memang memasang banyak ranjau di bawah laut. Itu untuk membuat kapal perang Amerika tidak bisa memasuki Selat Hormuz.

Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan melakukannya asal dunia bisa damai. Kita puji saja Amerika menang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |