jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2010 Din Syamsuddin menilai serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran bentuk intervensi terhadap kedaulatan negara.
"Tidak dapat dibenarkan, melanggar hukum internasional, dan merupakan bentuk terorisme nyata," kata Din melalui layanan pesan, Minggu (1/3).
Dia mengatakan konflik AS-Israel dengan Iran potensial menyulut perang regional, bahkan global dan memporak-porandakan dunia Islam.
Din berharap negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bisa menunjukan solidaritas menyikapi serangan AS-Israel ke Iran.
"Negara-Negara anggota OKI saatnya untuk menunjukkan solidaritas terhadap sesama anggota dengan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan menentang segala bentuk serangan atas kedaulatan negara Islam," kata Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) itu.
Termasuk, kata Din, Indonesia sesuai amanat konstitusi bisa menerapkan politik bebas aktif menyikapi konflik Iran dengan AS-Israel.
Misalnya, lanjut dia, Presiden RI Prabowo Subianto bisa menegur Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu untuk tidak mengobarkan perang.
"Presiden Prabowo dituntut keberaniannya untuk menegur Presiden AS Donald Trump dan PM Netanyahu, agar tidak bermain api mengobarkan perang, karena akan tersulut ke muka sendiri," kata Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu.











































