Aktivis Ditunjuk Jadi Menteri, Pengamat: Tanda Prabowo Tak Mau Warga Kritis Dilaporkan

6 hours ago 16

 Tanda Prabowo Tak Mau Warga Kritis Dilaporkan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Enam pejabat saat dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, para Senin (27/4). Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai ada pesan penting dari langkah Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk aktivis dan mantan tahanan politik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Menurutnya, penunjukan Jumhur memberi pesan keras bahwa tahanan politik masih bisa berperan bagi negara.

"Masuknya Jumhur Hidayat ke dalam kabinet memberi pesan keras bahwa mantan tahanan politik, tidak dengan sendirinya, bukanlah kriminal," kata Ray melalui layanan pesan, Selasa (28/4).

Diketahui, Jumhur sempat divonis sepuluh bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2021 atau kepemimpinan era Joko Widodo (Jokowi).

Ray menyambut positif langkah Prabowo menjadikan Jumhur sebagai menteri meski sempat menjadi tahanan politik era Jokowi. 

"Pemidanaan politik yang begitu luas di era Jokowi tidak dengan sendirinya menghapus hak politik mereka. Dalam hal ini, langkah Prabowo tepat," kata aktivis Barisan Oposisi Indonesia (BOI) itu.

Ray juga menyebut langkah Prabowo menunjuk Jumhur memberi pesan ke pendukung Kepala Negara untuk tak gampang baper terhadap para pengkritik kebijakan pemerintah. 

Adapun, Jumhur berurusan dengan hukum setelah mengkritisi pengesahan RUU Cipta Kerja pada 7 Oktober 2020 atau selama Jokowi memimpin. 

Pengangkatan aktivis Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menandakan Presiden Prabowo tak mau warga kritis musah dilaporkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |