jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti ketimpangan investasi antara pembangunan jalan dan rel kereta.
AHY menjelaskan pada 2023, anggaran pembangunan jalan mencapai sekitar Rp 86 triliun, sedangkan rel kereta sekitar Rp 6 triliun.
Menurut AHY, kondisi tersebut perlu diperbaiki mengingat panjang jaringan rel nasional masih terbatas sekitar 12.000 kilometer yang sebagian besar berada di Pulau Jawa.
"Sementara itu, jaringan kereta di Sumatra belum sepenuhnya terhubung, Kalimantan belum memiliki jalur kereta, dan Sulawesi masih terbatas," ujar AHY di Jakarta, Rabu (22/4).
Karena itu pemerintah akan membangun jalur kereta api sekitar 14.000 kilometer dari Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
"Paling tidak untuk bisa meningkat secara signifikan, kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 kilometer," kata AHY.
AHY menyebutkan saat ini jalur kereta api di Sumatra sepanjang 1.871 kilometer. Dari jumlah itu dibutuhkan penambahan minimal sekitar 7.837 kilometer menyesuaikan jumlah penduduk.
Kemudian, untuk di wilayah Kalimantan masih 0 km dari 2.772 kilometer kebutuhan minimal.








































