jpnn.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan layanan MRT Jakarta saat ini tetap beroperasi normal di tengah kondisi abu vulkanis yang berdampak di sejumlah wilayah Jakarta
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo menyatakan pihaknya terus memantau kondisi dan dampak abu vulkanis terhadap operasional layanan serta fasilitas stasiun.
Rendy mengimbau pelanggan MRT Jakarta untuk menggunakan masker, khususnya saat berada di area yang terdampak abu vulkanis, serta tetap berhati-hati dalam melakukan mobilitas.
"Informasi lebih lanjut mengenai kondisi dan operasional MRT Jakarta akan disampaikan melalui kanal resmi MRT Jakarta," kata Rendy dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).
Penyesuaian kewaspadaan moda transportasi darat ini menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak awal September 2026 hingga menghasilkan abu vulkanis yang telah menyebar luas ke wilayah Jabodetabek, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat.
Akibat dari paparan abu vulkanis tersebut, empat bandar udara yang mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Radin Inten II (TKG), dan Bandara Budiarto terpaksa ditutup sementara
Dampak penutupan jalur udara ini membuat sejumlah maskapai berhenti beroperasi sementara hingga pukul 14.00 sampai ada arahan lebih lanjut dari otoritas terkait.
Selain moda transportasi udara dan darat, seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau.














































