jpnn.com, YERUSALEM - Langkah Israel membatasi umat Islam Palestina beribadah di Masjidilaqsa tidak sepenuhnya dihiraukan. Buktinya, ratusan ribu Muslim tetap jumatan di salah satu situs suci umat Islam itu pada Jumat kedua Ramadan, selumbari (27/2).
“Sekitar 100 ribu Muslim menghadiri salat Jumat di kompon Al-Aqsa,” ujar Dirjen Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina Syekh Azzam al-Khatib.
Koresponden Kantor Berita Anadolu melaporkan kepolisian Israel mengerahkan ribuan personelnya untuk berjaga di gerbang Kota Lama Yerusalem. Polisi Negeri Yahudi itu juga menjaga lorong-lorong kota dan sekitar gerbang Masjidilaqsa.
Pihak berwenang Israel juga melarang puluhan tibu umat Islam di Tepi Barat memasuki Yerusalem untuk beribadah. Caranya ialah dengan memberlakukan pembatasan di pos pemeriksaan militer di sekitar kota.
Tidak hanya itu, tetara Israel juga mengirimkan bala bantuan besar-besaran ke pos pemeriksaan di Tepi Barat yang mengarah ke Yerusalem. Tujuannya demi lebih membatasi akses ke Masjidilaqsa.
Menjelang Ramadan lalu, Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT) -unit militer di bawah Kementerian Pertahanan Israel- mengeluarkan pembatasan yang hanya mengizinkan 10 ribu muslim memasuki Masjidilaqsa.
“Sepuluh ribu jemaah akan diizinkan memasuki Bukit Bait Suci (Haram al-Sharif bagi umat Islam, red) untuk salat Jumat selama Ramadan dengan syarat memperoleh izin harian khusus terlebih dahulu,” demikian pernyataan COGAT.
Limitasi itu bukan hanya menyangkut jumlah, melainkan juga mencakup jenis kelamin dan usia Muslim Palestina yang akan diizinkan memasuki Al-Aqsa.












































