jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 50 guru SMK dari 16 provinsi di Indonesia akan mengikuti Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Jerman.
Program ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat penerapan teaching factory dan keterhubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri.
"Para guru akan menjalani program selama tiga bulan untuk meperoleh pengalaman belajar dan praktik langsung di lingkungan pendidikan serta industri di Jerman," kata Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin dalam laporannya pada pelepasan peserta Program Magang Luar Negeri Tahun 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Selasa (1/9).
Dia mengatakan 50 peserta telah melalui proses seleksi dan dipersiapkan mengikuti Program Peningkatan Kapasitas SDM Pendidikan Kejuruan dalam Teaching Factory melalui Magang Industri Luar Negeri Tahun 2026.
Menurut Tatang, program tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas guru yang pada akhirnya akan berdampak pada mutu lulusan SMK.
“Kualitas pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas guru yang berada di ruang kelas, laboratorium, bengkel, dan lingkungan praktik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru bukan merupakan kegiatan yang bersifat sekali selesai, melainkan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Dirjen Tatang.
Lebih lanjut dikatakannya, sebanyak 50 peserta program berasal dari SMK negeri maupun swasta yang tersebar di 16 provinsi.
Mereka terdiri atas guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, serta Guru Tetap Yayasan (GTY).








































