jabar.jpnn.com, DEPOK - Sebanyak 33 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Depok mengikuti Pelatihan Keterampilan Industri Makanan dan Minuman bagi Penyandang Disabilitas untuk Kemandirian dan Inklusi Sosial.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali keterampilan dasar sebagai barista guna meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Program pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yayasan Sunyi Harapan Indonesia (Sunyi Academy), Ford Foundation, dan Pemerintah Kota Depok.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Kerja Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dilla Baso Indra, mengatakan kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut tidak hanya untuk menyaksikan proses pelatihan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para peserta.
"Kami hadir di tengah-tengah adik-adik SLB Negeri Kota Depok untuk memberikan dukungan moral dalam kegiatan pelatihan barista," kata Dilla.
Menurutnya, program yang lahir dari kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang yang lebih luas di sektor industri makanan dan minuman, khususnya bidang pengolahan kopi.
"Harapan kami, program hasil kolaborasi antara Yayasan Sunyi, Ford Foundation, Kemendagri, dan Pemkot Depok ini dapat memberdayakan adik-adik agar memiliki keterampilan dan prospek yang lebih baik di bidang industri makanan dan minuman, khususnya pengolahan kopi," ujarnya.
Dilla menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pemberdayaan penyandang disabilitas.





































