170 Pendaki Sempat Terjebak Karhutla, Sembilan Taman Nasional Ditutup

1 day ago 20

170 Pendaki Sempat Terjebak Karhutla, Sembilan Taman Nasional Ditutup

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat diwawancarai di Palembang. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com, PEKANBARU - Sebanyak 170 pendaki sempat terjebak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Insiden tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menutup sementara aktivitas pendakian di sembilan taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerentanan karhutla tinggi.

Insiden tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menutup sementara aktivitas pendakian di sembilan taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerentanan karhutla tinggi.

Kebijakan penutupan sementara itu disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni setelah melapor kepada Presiden dan mengikuti rapat evaluasi karhutla bersama Kepala BNPB Suharyanto di Palembang.

Raja Juli mengatakan, penutupan tersebut bukan untuk membatasi masyarakat yang ingin melakukan pendakian, melainkan sebagai langkah untuk mengantisipasi risiko keselamatan akibat tingginya ancaman karhutla.

"Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kami membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional, tetapi karena risiko yang sangat tinggi," kata Raja Juli, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, tingginya aktivitas karhutla di sejumlah kawasan konservasi juga berdampak terhadap penggunaan armada helikopter water bombing. Armada yang semestinya difokuskan untuk pemadaman di enam provinsi prioritas harus dibagi untuk menangani kebakaran di kawasan taman nasional.

Ia mencontohkan karhutla di kawasan Bromo Tengger Semeru yang sempat membuat sekitar 179 pendaki terjebak. Para pendaki kemudian berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Pemerintah tutup pendakian di sembilan taman nasional. Ini menyusul 170 pendaki sempat terjebak akibat kebakaran hutan dan lahan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |