jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing melaporkan Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana durian beku ke China sebanyak 23 ton dengan nilai USD 123,84 ribu dolar atau setara Rp 2,08 miliar.
Atdag Kemendag Beijing Budi Hansyah mengatakan produk durian beku tersebut merupakan produksi dari PT Amerta Nadi Agro Cemerlang asal Sulawesi Tengah.
Dia menyampaikan ekspor durian beku ini menjadi bukti nyata diterimanya standar kualitas hortikultura Indonesia di pasar global.
Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya sebagai pemasok produk hortikultura berkualitas tinggi di pasar internasional.
"Ekspor langsung ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Durian beku yang dikirimkan telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan otoritas Tiongkok mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga persyaratan mutu produk,” ujar Budi dikutip Jumat (16//1).
Budi menambahkan, masuknya durian beku Indonesia ke pasar China telah memperoleh persetujuan Badan Karantina RI serta diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan melalui pengawasan karantina yang berlaku di Tiongkok.
Durian beku Indonesia ini akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Tiongkok.
Melihat besarnya potensi durian olahan di pasar, Budi pun mengajak para pelaku usaha di tanah air untuk menjajaki peluang ekspor durian bernilai tambah ke China.
















.jpeg)




























