jpnn.com, ABU DHABI - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengajak pelaku industri energi global untuk menanamkan modalnya di sektor panas bumi Indonesia.
Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Geothermal Energy Dialogue yang merupakan rangkaian acara Abu Dhabi Sustainability Week.
Menurut Eddy, Indonesia diberkahi dengan potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW) yang menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia.
Namun, saat ini baru sekitar sepuluh persen dari potensi tersebut yang berhasil dimanfaatkan untuk kebutuhan energi nasional.
"Kondisi ini menjadi peluang emas bagi investor global yang ingin berkontribusi pada transisi menuju energi bersih,” ungkap Eddy dalam keterangannya, Kamis (15/1).
Eddy menjelaskan seiring meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan yang bersifat intermiten, Indonesia membutuhkan sumber energi bersih yang mampu berfungsi sebagai baseload untuk menjaga stabilitas jaringan listrik.
“Geothermal memiliki karakter unik karena mampu beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan dapat menyesuaikan beban sistem. Ini yang membedakannya dari energi surya dan angin,” ujar Pimpinan MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Doktor Ilmu Politik UI ini juga menyampaikan pemerintah Indonesia terus berupaya membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar atau super grid untuk menghubungkan pusat-pusat sumber energi terbarukan dengan wilayah berpermintaan tinggi, terutama di Pulau Jawa.














































