jpnn.com, JAKARTA - Universitas Siber Asia mewisuda 879 lulusan secara hybrid dalam Wisuda Ke-4 Periode II Tahun Akademik 2024/2025. Sebanyak 367 orang diwisuda secara langsung di Jakarta, sementara 512 orang lainnya terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, termasuk Malaysia, Taiwan, dan Arab Saudi.
Rektor UNSIA, Jang Youn Cho, dalam orasi ilmiahnya menekankan posisi istimewa lulusan di era Artificial General Intelligence.
"Anda tidak perlu bersaing dengan silikon; kembangkanlah apa yang bersifat biologis dan berjiwa," kata dia dalam keterangannya, Senin (19/1).
Ia juga mendorong lulusan untuk menjadi inovator. "Jangan hanya menjadi 'pengguna' masa depan, jadilah 'inovator' masa depan. Di era AI ini, kecanggihan mesin justru membuat nilai kemanusiaan Anda semakin berharga," papar Jang Youn Cho.
Wisuda yang mengangkat tema "Sinergi Akademis dan Pembangunan Kawasan" ini juga menjadi momentum peluncuran program "Transmigrasi Patriot 2026".
Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan menjelaskan bahwa program ini merupakan gerakan nasional. "Di tahun 2026, ditargetkan sebanyak seribu awardee beasiswa magister akan menempuh pendidikan selama 18 bulan, termasuk melakukan penelitian tesis dan pengabdian langsung di 154 kawasan transmigrasi seluruh Indonesia," kata Edy Gunawan.
Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan, Ramlan Siregar, menyoroti peran pendidikan siber dalam pemerataan.
"Melalui platform siber, kita telah berhasil menjangkau pelosok nusantara dari Aceh hingga Papua untuk mencetak SDM unggul yang siap membangun kawasannya tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran," ujarnya.














































