jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) menegaskan perannya sebagai ruang dialog kebijakan transportasi melalui penyelenggaraan Diskusi Ilmiah Kebijakan Transportasi Publik bertema “Menuju Zero ODOL Jawa Barat: Ketegasan Pemerintah Daerah dan Kesiapan Sistem Transportasi Regional”.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Transportasi ULBI ini berlangsung di Auditorium ULBI, Bandung, pada Rabu (14/1/2026).
Kegiatan itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis dari unsur pemerintah daerah, organisasi profesi, asosiasi industri, serta akademisi.
Diskusi ilmiah ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rencana penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2026.
Forum ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai kesiapan sistem transportasi regional sekaligus merumuskan langkah-langkah mitigasi agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng., Ph.D., CSCP., CPLM, yang menekankan bahwa kebijakan Zero ODOL tidak dapat dipandang semata-mata sebagai instrumen penegakan hukum.
Menurutnya, kebijakan ini harus diposisikan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan, serta memperkuat efisiensi sistem logistik nasional dan regional.
"Dibutuhkan kesiapan sistem transportasi yang matang serta sinergi antarpemangku kepentingan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan," ucap Nyoman dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Rabu (14/1/2026).











































