jpnn.com - REMBANG - Pengasuh PP AlAnwar 2, Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Abdullah Ubab Maimoen meminta para kader Nahdlatul Ulama yang dicalonkan atau mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU bersaing dengan santun, menganut etika pesantren, dan membangun kepercayaan nahdiyin.
Abah Ubab atau Gus Ubab -panggilan Abdullah Ubab Maimoen menyampaikan hal itu akhir pekan lalu.
Menurutnya, para kandidat Ketum PBNU harus menggunakan cara mendapat kepercayaan dari muktamirin dan bisa diterima dengan baik. Dan, pelaksanaan muktamar dan mekanisme pemilihan pimpinan NU dilakukan dengan proses yang baik dan benar-benar dipercaya.
“Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antarcalon. Bahkan, jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa hingga setelah pemilihan,” kata Gus Ubab.
Saat ditanya siapa sosok yang tepat memimpin NU, Gus Ubab masih enggan bicara lebih jauh.
"Saya hanya ingin prosesnya mulus. Siapa pun itu menjadi Ketua Umum PBNU dengan jalan mulus, selesai tugas pun juga berakhir mulus. Seperti Gus Dur, saat menjadi maupun akhir, mulus,” ujarnya.
“Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam (KH Abdussalam Shohib) mencalonkan diri. Jadi, siapa pun yang terpilh, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,” tuturnya.
Pernyataan Gus Ubab berbarengan dengan kedatangan Gus Salam meminta restu.











































