jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memastikan Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, telah bersih.
Fasilitan pendidikan itu sudah terbebas dari tumpukan kayu sisa banjir bandang. Adapun pesantren tersebut menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian pemerintah pusat dalam proses pemulihan pascabencana.
Dalam kunjungan kerja ke Aceh Tamiang Kamis (15/1), Qodari menyampaikan pemulihan Pesantren Darul Mukhlisin dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali berfungsi.
“Itu disadari oleh pemerintah pusat. Jadi, memang tempat ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Memang ada instruksi khusus, Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya) dan tentunya dengan arahan, melanjutkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk menangani pesantren Darul Mukhlisin ini dengan sebaik-baiknya, dengan secepat-cepatnya. Terutama dalam memindahkan kayu-kayu yang memang bertumpuk di sini,” kata Muhammad Qodari.
Pada kesempatan yang sama Qodari menyalurkan bantuan dan memantau rehabilitasi di berbagai sektor.
Qodari juga meninjau kompleks asrama santri putra yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dikelilingi tumpukan kayu besar akibat banjir bandang.
Kompleks pesantren seluas sekitar 2,5 hektare ini berada di kawasan seluas lima hektare yang sempat menjadi titik penumpukan material kayu dari aliran sungai.
Di lokasi bekas tumpukan kayu, Qodari mendengarkan langsung penjelasan Pendiri Pesantren Darul Mukhlisin, Haji Zakwan, mengenai kondisi saat banjir terjadi.














































