jpnn.com, BEKASI TIMUR - Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan petugas melakukan skema bergantian untuk menyelamatkan tiga korban yang terjepit gerbong 8 KRL Jabodetabek, pada Selasa pagi 05.53 WIB.
Personel Basarnas memotong besi rangkaian gerbong KRL dan mengerahkan alat berat.
Dia menyebut personel Basarnas dan tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong bagian-bagian rangkaian KRL yang menahan tubuh korban.
"Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan," kata Syafii pada Selasa pagi 05.53 WIB
Syafii mengungkapkan mereka harus penuh kehati-hatian dan bekerja secara efektif karena ruang gerbong KRL sempit, mengingat sebagian dari kepala KA Argo Bromo masuk ke dalamnya.
Dengan begitu, lanjutnya, bagian dalam gerbong KRL itu hanya bisa memuat maksimal sebanyak 25 petugas SAR termasuk tenaga medis.
"Yang pasti kami bekerja non-stop tidak ada jeda. Tentunya yang kami melibatkan adalah personel-personel yang memang memiliki kemampuan untuk ekstriksasi," ucapnya.
Insiden maut terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).











.jpeg)




























