jpnn.com, SURABAYA - Antusiasme masyarakat Surabaya terhadap produk lokal terbukti lewat suksesnya gelaran Trademark Market Surabaya 2026 bersama Livin’ by Mandiri sebagai Official Bank Partner.
Dalam penyelenggaraan keduanya di Kota Pahlawan, ajang kreatif asal Bandung ini berhasil menarik lebih dari 47 ribu pengunjung ke Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6.
Mengusung tema Local Louder dengan jargon Where Local Speaks Up, Trademark Market Surabaya 2026 menjadi ruang bagi brand lokal untuk tampil lebih percaya diri, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memperkuat posisinya di industri kreatif nasional.
“Kembalinya kami untuk kedua kalinya di Surabaya ini menjadi bukti nyata bahwa potensi pasar dan apresiasi arek-arek Suroboyo terhadap produk lokal sangatlah masif. Sejak 2011, misi kami tetap sama, yaitu menjadi rumah bagi brand lokal untuk bertumbuh," ujar COO Trademark Market, Natasha Nisar dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (8/7).
Sejak berdiri pada 2011, Trademark Market telah menjadi salah satu pionir wadah kreatif bagi brand lokal dan tumbuh bersama lebih dari 2.000 local brand. Kehadirannya di Surabaya untuk kedua kalinya menunjukkan besarnya potensi pasar Jawa Timur, khususnya minat masyarakat terhadap produk fashion, lifestyle, hingga kuliner lokal.
Acara ini resmi dibuka melalui prosesi opening ceremony yang dihadiri jajaran manajemen Trademark Market dan mitra strategis, antara lain Lucia Ike Purwandini selaku Vice President Bank Mandiri Area Surabaya Pemuda, Natasha Nisar selaku COO Trademark Market, Ponco Saputro selaku Creative Director Trademark Market, serta Ilham Farizal selaku Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
"Melalui tema Local Louder, kami ingin memberi ruang penuh ‘where local speaks up’, dan Surabaya untuk kedua kalinya berhasil memberikan energi yang luar biasa,” katanya.
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari partisipasi puluhan brand lokal yang menghadirkan berbagai produk unggulan. Kreativitas para pelaku usaha berhasil menarik perhatian pengunjung sekaligus mendorong transaksi dan pergerakan ekonomi kreatif selama acara berlangsung.







































