jateng.jpnn.com, CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan Radar Cuaca S-Band pertama di Indonesia yang berlokasi di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (8/7).
Kehadiran radar dengan jangkauan hingga 400 kilometer itu diharapkan mampu memperkuat pemantauan cuaca sekaligus meningkatkan sistem peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Pulau Jawa dan Samudra Hindia.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pembangunan radar tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan radar cuaca nasional yang ditargetkan mencapai 75 unit.
Saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 radar cuaca yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Faisal, Cilacap dipilih karena memiliki posisi strategis di pesisir selatan Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, sehingga menjadi lokasi penting untuk memantau perkembangan hujan, curah hujan, hingga potensi cuaca ekstrem.
“Radar ini akan memperkuat layanan informasi cuaca dan mitigasi bencana bagi masyarakat,” kata Faisal.
Selain untuk pemantauan cuaca, radar tersebut juga mendukung keselamatan sektor penerbangan, pelayaran, dan transportasi darat. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pertanian, pengelolaan sumber daya air, energi, hingga pembangunan wilayah.
Faisal menyebut radar di Cilacap dibangun dengan standar operasional yang ketat dan telah melalui proses penilaian pabrikan di Jerman. Dengan perawatan yang baik, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat beroperasi lebih dari 15 tahun.




































