Strategi UMKM Bersaing di Pasar Karpet Proyek Institusional 

5 hours ago 30

Strategi UMKM Bersaing di Pasar Karpet Proyek Institusional 

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi (kaus abu-abu) sedang menunjukkan produk karpetnya. Foto: source for jpnn

jpnn.com - Persaingan pasar karpet untuk proyek berskala besar selama ini banyak dikuasai produk impor.

Namun di tengah persaingan itu, sebuah brand lokal bernama Modern Karpet berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan kepercayaan menggarap sejumlah proyek institusional dua tahun terakhir.

Direktur Modern Karpet, Yosua Dearma Silalahi mengungkapkan keberhasilan menembus pasar proyek institusional bukan semata soal harga yang lebih murah.

Namun, soal memberikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan setiap proyek.

"Yang kami lihat adalah kebutuhan proyeknya seperti apa, lalu kami carikan produk yang paling sesuai," ujar Yosua.

Berada di bawah naungan PT Modern Gemilang Sejahtera, Modern Karpet awalnya hanya bermain di segmen ritel.

“Sejak 2024, brand ini mulai serius merambah proyek berskala lebih besar setelah dipercaya mengerjakan karpet untuk Hotel Monopoly Bukittinggi,” kata Yosua.

Dari titik itu, satu per satu proyek besar mulai dipercayakan kepada Modern Karpet. Beberapa diantaranya adalah Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Puspot dirga TNI AU, World Capital Tower, kantor PT Multi Bintang Indonesia Tbk, hingga Menara Palma.

Persaingan pasar karpet untuk proyek berskala besar selama ini banyak dikuasai produk impor.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |