jpnn.com - Kemdiktisaintek dan Bappenas menyiapkan program untuk lulusan sarjana agar masuk dunia kerja global.
Pemerintah terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Perguruan tinggi didorong tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga talenta yang adaptif, profesional, inovatif, serta mampu memanfaatkan peluang dan memenuhi kebutuhan pasar kerja global.
Penguatan peran perguruan tinggi menjadi semakin strategis seiring berkembangnya kebutuhan dunia kerja dan terbukanya peluang bagi talenta Indonesia untuk berkiprah di tingkat internasional. Berdasarkan data Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) yang disampaikan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), hingga April 2026 terdapat 327.658 peluang kerja luar negeri, dengan 258.471 posisi atau 78,88 persen di antaranya masih tersedia.
Peluang tersebut antara lain terdapat pada sektor _caregiver, nurse, welder_, manufaktur, konstruksi, perikanan, dan _hospitality_. Kondisi ini menunjukkan besarnya peluang bagi talenta Indonesia sekaligus pentingnya memastikan perguruan tinggi mampu membekali lulusan dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Di sisi lain, ekosistem penyiapan talenta untuk pasar kerja global sebenarnya telah berkembang di sejumlah perguruan tinggi. Pada 2025, sekitar 68 perguruan tinggi tercatat memiliki unit pelatihan kerja atau lembaga sejenis yang telah mengirim sekitar 1.957 talenta ke berbagai negara, antara lain Jepang, Taiwan, Jerman, Arab Saudi, Malaysia, Tiongkok, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Kuwait, Belanda, Austria, Inggris, Filipina, Thailand, Turki, Polandia, Yunani, Montenegro, Ceko, Hungaria, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Brunei. Potensi yang telah berjalan tersebut perlu diorkestrasi dan diintegrasikan agar menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta perguruan tinggi yang lebih terarah dan terhubung dengan kebutuhan pasar kerja global.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) terus memperkuat konsep pengembangan talenta melalui perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi yang telah memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) atau lembaga sejenis serta perguruan tinggi vokasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan skema ini karena memiliki kedekatan dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengalaman langsung dalam pengembangan kompetensi berbasis keterampilan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menerima kunjungan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis (13/8), untuk membahas kerangka kebijakan dan operasional pengembangan talenta perguruan tinggi menuju pasar kerja global.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai penyusunan konsep pendidikan vokasi terpadu untuk menghasilkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, memiliki keahlian teknis, dan profesional. Dalam implementasinya, pengembangan konsep tersebut diarahkan untuk dapat melibatkan perguruan tinggi secara lebih luas, khususnya perguruan tinggi yang memiliki kapasitas, program, dan kelembagaan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan talenta untuk pasar kerja global.





































